Karenaseringkali kita menjadi orang baik bukan a Tetapi bisa menjadi orang baik lagi benar tentu tidak mudah. Baik Belum Tentu Benar Halaman all - Kompasiana.com
11 Apa saja hikmah yang dapat kita ambil dari berprasangka baik terhadap sesama? a. Menjadi orang yang iri dengki. b. Menjadi orang yang tidak tenang hidupnya. c. Menjadi orang yang pemaaf. d. Selalu berbuat tercela terhadap sesama. Jawaban : C. 12. Mengapa kita sangat dianjurkan untuk berhusnudzan kepada allah..
melaungkanazan kala kesatu kali masuk rumah baru. dia pula baik untuk bangunan yang telah lama ditinggalkan dan juga tidak ditempati oleh sesiapa. dalam suatu hadis, rasulullah s. a. w. sempat memberitahu bahawa sekiranya sesebuah bangunan (premis/rumah) itu sangat lama dikosongkan (tanpa penunggu) ianya hendak dimasuki sejenis makhluk halus (jin yg dikenali sbgai al - 'ammar) yang suka
Ketikasemua tak seperti yang kita inginkan, sedih pasti, kecewa apalagi, dan akan menjadi kekeliruan yang fatal ketika kita salah menyikapi, haruskah kita marah dengan ALLAH yang telah memutuskan ini terjadi? satu hal yang harus kita ingat "boleh jadi engkau menyukai sesuatu tapi itu belum tentu baik menurut ALLAH, dan boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi itu belum tentu buruk menurut
Al_fatehaMalaikat Muqorrobiin 3 Cara Mengisi Tasbih Dengan Khodam Macan Putih, Praktis Tanpa Repot! - Sejauh ini ilmu khodam yang paling legendaris dan sangat diminati adalah Ilmu Khodam Macan Putih Insya Allah sihir seberat apapun akan sembuh dan tawar dengan ijin-Nya Doa Ajian Macan Siliwangi dan Laku Tirakat Untuk Mendapatkan Khodam - Ajian Macan Putih Prabu Siliwangi sangat dikenal
Bahkansebelum kita menjawab mana yang "lebih baik" atau pilihan mana yang harus Anda lakukan, Anda coba bisa menjabarkannya sekali lagi. berbagi file untuk VDI akan lebih mudah dilakukan tetapi tidak untuk home computers, contoh lainnya seperti Dropbox dan One Drive lebih mudah digunakan untuk home computers tetapi sulit digunakan
bE56. BAIK MENURUT KITA BELUM TENTU BAIK MENURUT ALLAH DAN RASULNYA Seringkali orang awam kebingungan tidak faham ketika dikatakan amalan-amalan atau acara-acara yang dilakukannya dikatakan bid’ah. Mereka pun berkata ; Bukankah amalan ini baik ? Ketahuilah, baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah dan Rasul-Nya. Allah ta’ala berfirman ; وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ “. . Tetapi boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh Jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. Al Baqarah, 216. Coba kita perhatikan riwayat-riwayat berikut ini. 1. Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendengar berita tentang pernyata’an tiga orang. Yang pertama berkata “Saya akan shalat tahajjud dan tidak akan tidur malam”, yang kedua berkata ”Saya akan puasa dan tidak akan berbuka”, yang terakhir berkata “Saya tidak akan menikah”. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegur mereka, seraya berkata “Apa urusan mereka dengan berkata seperti itu ?, Padahal saya puasa dan saya pun berbuka, saya shalat dan saya pun tidur, dan saya menikahi wanita. Barang siapa yang membenci sunnahku maka bukanlah golonganku”. Muttafaqun alaihi. – Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mencela seseorang yang hendak shalat tahajjud dan tidak akan tidur malam. * Kenapa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mencelanya, bukankah tujuan orang tersebut baik, hendak memperbanyak ibadah ? – Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mencela seseorang yang akan puasa dan tidak akan berbuka. * Kenapa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mencelanya, bukankah tujuan orang tersebut baik, hendak memperbanyak ibadah ? – Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mencela seseorang yang tidak akan menikah, karena hendak taqorrub kepada Allah. * Kenapa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mencelanya, bukankah tujuan orang tersebut baik, hendak taqorrub kepada Allah ? 2- Al-Baroo’ bin Aazib berkata قَالَ لِي رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوْءَكَ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شَقِّكَ الأَيْمَنِ وَقُلْ “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku Jika engkau mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah sebagaimana berwudhu untuk sholat, lalu berbaringlah di atas bagian tubuhmu yang kanan, lalu katakanlah اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَهْبَةً وَرَغْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إْلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتُ “Yaa Allah aku menyerahkan jiwaku kepadaMu, dan aku pasrahkan urusanku kepadaMu, dan aku sandarkan punggungku kepadaMu, dengan kekhawatiran dan harapan kepadaMu. Tidak ada tempat bersandar dan keselamatan dariMu kecuali kepadaMu. Aku beriman kepada kitabMu yang Engkau turunkan dan beriman kepada Nabimu yang Engkau utus” Nabi berkata فَإِنْ مِتَّ مِتَّ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُوْلُ “Jika engkau meninggal maka engkau meninggal di atas fitroh, dan jadikanlah doa ini adalah kalimat terakhir yang engkau ucapkan sebelum tidur” Al-Baroo’ bin Aazib berkata فَقُلْتُ أَسْتَذْكِرُهُنَّ وَبِرَسُوْلِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ قَالَ لاَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ “Lalu aku mencoba untuk mengingatnya dan aku berkata “Dan aku beriman kepada RasulMu yang Engkau utus” Nabi berkata “Tidak, akan tetapi Dan aku beriman kepada NabiMu yang Engkau utus”. HR Al-Bukhari no 6311. * Kenapa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menyalahkan perkata’an Al-Baroo’ bin Aazib yang berkata “Dan aku beriman kepada RasulMu yang Engkau utus”. Bukankah perkata’an “RasulMu” itu baik ? ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Perhatikan juga atsar para Sahabat berikut ini. 1. Sa’id bin Musayyib tabi’in, Ia melihat seorang laki-laki menunaikan shalat setelah fajar lebih dari dua raka’at, ia memanjangkan rukuk dan sujudnya. Akhirnya Sa’id bin Musayyib pun melarangnya. Orang itu berkata “Wahai Abu Muhammad, apakah Allah akan menyiksaku dengan sebab shalat ? Beliau menjawab “Tidak, tetapi Allah akan menyiksamu karena menyelisihi As-Sunnah.” Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Sunanul Kubra, II/466. * Kenapa Sa’id bin Musayyib melarang seorang laki-laki yang menunaikan shalat setelah fajar lebih dari dua raka’at, ia memanjangkan rukuk dan sujudnya, Bukankah Shalat itu adalah amalan yang paling utama ? 2. Shahabat yang mulia Ibnu Umar radhiyallaahu anhuma, menceritakan, Bahwasannya ada seorang laki-laki yang bersin kemudian dia berkata, “Alhamdulillah wassalaamu alaa Rasuulillaah” segala puji bagi Allah dan kesejahtera’an bagi Rasulullah. Maka Ibnu Umar radhiyallaahu anhuma berkata Aku juga mengatakan, “Alhamdulillah was-salaamu alaa Rasuulillah” maksudnya juga bershalawat. Akan tetapi tidak demikian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam mengajari kami. Beliau shallallaahu alaihi wa sallam mengajari kami untuk mengucapkan ketika bersin “Alhamdulillah alaa kulli haal.” Diriwayatkan olehAt-Tirmidzi, no. 2738. * Kenapa Ibnu Umar radhiyallaahu anhuma mengajarkan kepada seorang laki-laki yang bersin, bahwa Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam mengajari, kalau bersin untuk mengucapkan “Alhamdulillah alaa kulli haal”. Bukankah ucapan “Alhamdulillah wassalaamu alaa Rasuulillaah” yang diucapkan seorang laki-laki itupun baik ? 3- Abu Musa Al-As’ari Radhiyallahu anhu, diriwayatkan memasuki masjid Kufah, lalu didapatinya di masjid tersebut terdapat sejumlah orang membentuk halaqah-halaqah duduk berkeliling. Pada setiap halaqah terdapat seorang syaikh, dan didepan mereka ada tumpukan kerikil, lalu syaikh tersebut menyuruh mereka, “Bertasbihlah seratus kali !” Lalu mereka pun bertasbih menghitung dengan kerikil tersebut. Lalu syaikh itu berkata lagi, “Bertahmidlah seratus kali” Dan demikianlah seterusnya . . Maka Abu Musa Radhiyallahu anhu mengingkari hal itu dalam hatinya, tapi ia tidak mengingkari dengan lisannya. Hanya saja ia bersegera pergi dengan berlari kecil menuju rumah Abdullah bin Mas’ud, lalu iapun mengucapkan salam kepada Abdullah bin Mas’ud, dan Abdullah bin mas’ud pun membalas salamnya. Berkatalah Abu Musa kepada Ibnu Mas’ud , “Wahai Abu Abdurrahman, sungguh baru saja saya memasuki masjid, lalu aku melihat sesuatu yang aku mengingkarinya, demi Allah tidaklah saya melihat melainkan kebaikan”. Lalu Abu Musa menceritakan keada’an halaqah dzikir tersebut. Maka berkatalah Ibnu Mas’ud kepada Abu Musa “Apakah engkau memerintahkan mereka untuk menghitung kejelekan-kejelekan mereka ? Dan engkau memberi jaminan mereka bahwa kebaikan-kebaikan mereka tidak akan hilang sedikitpun ?” Abu Musa pun menjawab, “Aku tidak memerintahkan apapun kepada mereka”. Berkatalah Ibnu Mas’ud, Mari kita pergi menuju mereka. Lalu Ibnu Mas’ud mengucapkan salam kepada mereka. Dan mereka membalas salamnya. Berkatalah Ibnu Mas’ud “Perbuatan apa yang aku lihat kalian melakukannya ini wahai Umat Muhammad ?” Mereka menjawab, “Wahai Abu Abdurrahman, ini adalah kerikil yang digunakan untuk menghitung tasbih, tahmid, dan tahlil, dan takbir”. Maka berkatalah Ibnu Mas’ud “Alangkah cepatnya kalian binasa wahai Umat Muhammad, padahal para sahabat masih banyak yang hidup, dan ini pakaiannya belum rusak sama sekali, dan ini bejananya belum pecah, ataukah kalian ingin berada diatas agama yang lebih mendapat petunjuk dari agama Muhammad ? Ataukah kalian telah membuka pintu kesesatan ?”, Mereka pun menjawab, “Wahai Abu Abdurrahman, demi Allah tidaklah kami menginginkan melainkan kebaikan”. Abu Mas’ud pun berkata “Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tidak mendapatkannya”. Berkata Amru bin Salamah, “Sungguh aku telah melihat umumnya mereka yang mengadakan majelis dzikir itu memerangi kita pada hari perang An-Nahrawan bersama kaum Khawarij”. Riwayat Darimi dengan sanad shahih. * Mengapa Ibnu Mas’ud menegur orang-orang yang sedang berdzikir, Bukankah dzikir itu baik ? ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kalau kita perhatikan riwayat-riwayat diatas, * Kenapa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mencela orang yang hendak memperbanyak ibadah, bukankah ibadah itu baik ? * Kenapa para Sahabat mencela dan mengingkari orang yang sedang beribadah, bukankah ibadah itu baik ? Apa yang dicela dan diingkari oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga para Sahabat, tujuan mereka melakukannya adalah untuk memperbanyak ibadah. Maksud mereka tentu saja baik. Tapi mengapa mereka dicela ? Tidak lain, karena apa yang mereka lakukan tidak dibenarkan oleh syari’at. Apa yang mereka lakukan tidak ada perintah dari Allah dan Rasul-Nya. Yang mereka lakukan adalah perkara yang dibuat-buat. Perkara yang baru bid’ah dalam urusan ibadah. Apakah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga para Sahabat tidak faham kalau bid’ah ada yang baik ? Apakah ahli bid’ah yang mengatakan ada bid’ah hasanah lebih faham Islam daripada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para Sahabat ? الله المستعان Agus Santosa Somantri =======================
KALIMAT di atas bukan kalimat syair dari pujangga, ataupun kata-kata mutiara dari ahli bahasa, melainkan penggalan dari firman Allah SWT yang tertera dalam QS. Al Baqoroh/2216. Ayat itu mengajarkan kepada kita semua, bahwa apa yang kita anggap suatu kebaikan belum tentu di mata Allah juga kebaikan, dan sebaliknya suatu yang tidak kita senangi, namun itu justru baik untuk kita. Ayat itu ditutup dengan kalimat indah sebagai kesimpulannya, yakni “Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. Indra manusia sangat terbatas, matanya tidak bisa melihat barang yang sangat jauh atau yang terhalang tembok, telinganya tidak bisa mendengar sumber suara yang jauh atau yang frekuensinya tidak sama suara kita. Baca Juga Kalah Jadi Bandar Judi, Dennis Lim Ungkap Alasannya Tinggalkan Profesi Bos Kasino di Thailand, Awalnya... Begitu juga akal kita, tidak akan tahu kejadian di masa yang akan datang. Sementara Allah adalah zat yang maha sempurna yang tidak dibatasi dengan halangan apa pun. Indahnya, Allah juga maha baik, karena itu menginginkan yang terbaik bagi hamba-Nya. Masalahnya, seringkali seorang hamba terjebak frustasi ketika kegagalan demi kegagalan dialaminya, sementara ia tidak mampu melihat hikmah dari rangkaian kegagalan itu. Bahkan yang ada merasa bahwa Allah telah “menzalimi” dirinya, padahal sejatinya, Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar kesanggupan hamba itu sendiri QS. Al Baqoroh 286. Memang ketika seseorang ingin meraih sesuatu dan telah diperjuangkan semaksimal mungkin dengan berbagai upaya namun pada akhirnya gagal diperoleh, ia akan sangat kecewa. Baca Juga Berapa Hari Sebaiknya Puasa Rajab? Simak Jadwal, Niat dan Tata Caranya Melaksanakannya Hal ini dikarenakan “sesuatu” yang dikejarnya itu dianggap hal yang sangat penting dalam kehidupannya, yang apabila gagal, maka gagal pula mendapatkan berbagai kebaikannya. Untuk inilah Penulis memahami betul makna kegagalan dan frustasi ketika sebuah cita-cita akhirnya tidak berbuah manis dan terkubur bersama mimpi indah yang tidak menjadi kenyataan. Mimpi menjadi pilot pernah dialami penulis. Membayangkan seseorang yang piawai menerbangkan pesawat, anggun berpakaian putih bersih dan berjalan tegap serta bergaji besar pernah menjadi cita-cita penulis. Tidak sekedar cita-cita kosong, namun ihtiar dan kesungguhan telah dilalui. Awalnya setelah lulus SMA dan orang tua tidak mampu menguliahkan, kami mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta dan mendaftar pada sekolah penerbangan pemerintah yang biayanya tentu saja gratis.
Bismillaahirrahmaanirrahiim, Assalaamu’alaykum Wr. Wb. “Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”. Bagi seorang manusia, keberhasilan adalah suatu kondisi yang selalu ingin dicapai. Tidak ada satupun manusia yang ingin terpuruk dalam kegagalan terus-menerus. Bagi mereka yang mau dan mampu untuk meraihnya, keberhasilan itu akan dapat diraih atas izin Allah SWT. Seorang mahasiswa pasti mengharapkan sebuah prestasi akademik yang baik. Seorang pengusaha pasti selalu mengharapkan mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya. Seorang pilot pasti mengharapkan agar dapat take off dan landing dengan selamat. Seorang penulis buku pasti mengharapkan agar bukunya dapat diminati oleh banyak orang. Begitupun dengan kita, kita pasti mengharapkan keberhasilan dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Sebuah keberhasilan merupakan hasil dari suatu usaha yang kita lakukan. Orang yang meraih keberhasilan dalam suatu aktivitas akan disebut sebagai orang yang hebat karena telah berhasil meraih apa yang ia inginkan, sebaliknya, orang yang gagal meraih keberhasilan itu, maka ia akan dikatakan sebagai orang yang gagal. Hal inilah yang terbentuk dalam pola pikir sebagian orang. Satu hal yang perlu kita ingat, tidak selamanya kegagalan itu menandakan ketidakmampuan kita untuk mencapai suatu tujuan. Sebab kegagalan itu adalah proses atau sebuah jalan panjang menuju titik kejayaan. Kita mungkin sering mendengar kata-kata mutiara Kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Ternyata hal ini memang terbukti. Seorang Thomas Alfa Edisson mengalami ratusan kegagalan sebelum akhirnya mampu menemukan lampu. Seorang Bill Gates harus rela dikeluarkan dari kampusnya sebelum akhirnya ia membangun kerajaan IT dunia, Microsoft. Pada hakikatnya, manusia pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya, hanya saja mereka yang mampu bangkit dari kegagalan itu, itulah keberhasilan yang sesungguhnya. Islam mengajarkan ummatnya bagaimana meraih sebuah keberhasilan dalam hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Perlu kita pahami bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini merupakan kuasa dari Allah semata. Artinya, segala sesuatu yang ada di jagat raya ini adalah milik Dia yang menciptakan, yaitu Allah SWT. Sebagai seorang pemilik, Allah berhak berbuat apa saja terhadap ciptaanNya. Keberhasilan hanya dapat diraih melalui dua cara, yaitu ikhtiar dan tawakkal. Segala upaya dan kerja keras kita dalam mewujudkan tujuan dan mimpi yang ingin kita raih merupakan ikhtiar. Namun bagaimanapun juga, manusia tetap saja seorang makhluk yang tidak memiliki kekuatan apa-apa. Untuk itulah, selain melakukan ikhtiar, kita harus tawakkal kepada Allah dengan memperbanyak ibadah dan do’a agar setiap ikhtiar yang kita lakukan mendapat berkah dan dimudahkan oleh Allah. Banyak orang yang telah bekerja keras siang dan malam, bahkan sampai menghabiskan sebagian besar waktu, tenaga, bahkan hartanya hanya untuk meraih impiannya, pada akhirnya harus mengalami kegagalan yang pahit. Inilah akibatnya jika kita melupakan Allah dalam setiap ikhtiar/ usaha kita. Kita terkadang merasa pede dengan kemampuan kita sendiri, bahkan sampai menganggap bahwa keberhasilan yang selama ini diraih adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dia lupa bahwa yang memberikan segala kenikmatan itu adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kaya. Ikhtiar dan tawakkal hanyalah sebuah washilah sarana kita untuk mencapai tujuan kita. Segala sesuatunya hanya berhak ditentukan oleh Allah saja. Artinya, tujuan atau mimpi yang ingin kita capai belum tentu akan kita raih, sekalipun telah melakukan ikhtiar dan tawakkal yang banyak. Kenapa demikian? Apakah Allah murka pada kita? Ternyata Allah sangat sayang kepada kita. Allah itu Maha Mengetahui segalanya. Termasuk segala sesuatu yang kita butuhkan, Allah lebih tahu daripada kita sendiri. Karena, segala sesuatu yang kita inginkan, segala sesuatu yang menurut kita baik, ternyata belum tentu baik menurut Allah. Misalnya, si Fulan ingin hidup kaya dan tentram. Dia setiap hari berikhtiar dan bertawakkal agar Allah memberikannya kekayaan kepadanya. Namun pada akhirnya dia tetap saja hidup miskin. Bukan berarti Allah murka kepadanya, lantas tidak memberikan kekayaan pada si Fulan. Tapi Allah tahu, jika ia menjadi orang kaya yang bergelimangan harta, dia akan menjadi kufur dan jauh dari Allah. Oleh karena itulah, Allah tidak mengubah nasibnya agar ia lebih dekat lagi kepada Allah. Ketika usaha dan do’a kita tidak dikabulkan oleh Allah, itu berarti Allah mempunya rencana lain yang jauh lebih indah daripada rencana yang kita buat.
Kata mutiara islami tentang jodoh ini memuat banyak nasehat bijak seputar menanti hadirnya calon pasangan. Terutama nasehat agar kita selalu bersabar dalam penantian sembari terus berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Jodoh adalah salah satu perkara paling misterius seperti halnya kematian, tak ada yang tahu dengan siapa, kapan dan bagaimana seseorang akan menemukan jodohnya. Namun yang pasti, Allah subhanahu wa ta’ala menjamin rezeki bagi setiap hamba-Nya, termasuk rezeki berupa jodoh. Tentu saja ikhtiar harus terus dilakukan sebagai upaya menjemput jodoh dengan cara menempuh sebab-sebabnya. Seringkali kita menyaksikan berbagai usaha dilakukan seseorang untuk menjemput jodohnya, namun akhirnya gagal juga. Ada yang usaha kesana kemari mencari jodoh tapi ternyata jodohnya ada di depan mata. Ada juga yang sudah menjalin hubungan bertahun-tahun tapi ternyata jodohnya orang lain. Begitulah misteri jodoh dari Yang Maha Kuasa Allah Ta’ala, seringkali datang dengan cara yang tak terduga. Membaca kata mutiara islami tentang jodoh ini akan membuatmu semakin yakin akan takdir dan kuasa Allah dalam urusan jodoh. Yang terpenting adalah selalu berdoa dan mendekat kepada Sang Maha Cinta Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan begitu, semoga Allah pilihkan jodoh terbaik untukmu. Menunggu memang menjenuhkan, termasuk menunggu datangnya jodoh. Apalagi jika berbagai upaya sudah ditempuh namun jodoh yang diharapkan tak kunjung datang juga. Namun itu tidak boleh membuat kita putus asa, karena urusan jodoh adalah hal yang prinsip dan serius bagi kehidupan seseorang. Ikhtiar harus terus diupayakan untuk segera bertemu jodoh yang baik. Untuk menemukan jodoh yang baik, dibutuhkan keseriusan dalam memilih calon pasangan. Shalih atau shalihah menjadi kriteria wajib dalam menentukan pasangan. Dalam urusan memilih jodoh, islam memberikan panduan untuk tidak memberikan standar keduniawian seperti paras, kekayaan ataupun jabatan. Melainkan pilihlah calon pasangan karena kemuliaan akhlak dan ketakwaannya pada Allah. Beberapa kata mutiara islami tentang jodoh ini banyak memuat nasehat untuk memilih calon pasangan yang shalih atau shalihah, yaitu seseorang yang mampu membawa diri kita semakin dekat kepada Allah. Karena sesungguhnya pernikahan bisa menjadi ibadah panjang berlimpah keberkahan dan pahala bagi sepasang suami istri. Jangan sampai kesalahan dalam memilih jodoh membuat kita kehilangan peluang ini. Yang tidak kalah pentingnya, seseorang yang sedang berikhtiar menjemput jodoh haruslah berusaha menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Sebab dosa bisa menghambat datangnya jodoh. Orang yang berbuat dosa berarti jauh dari Allah, padahal untuk mendapatkan jodoh yang diharapkan, seseorang hendaknya membangun kedekatan dengan Allah. Baca juga Kata bijak islami untuk pasangan suami istri Kata Bijak Islami Tentang Jodoh Berikut ini beberapa kumpulan kata mutiara islami tentang jodoh yang berisi nasehat-nasehat bijak untuk seseorang yang sedang menanti jodoh dan bagaimana menentukan jodoh yang tepat untuk dirinya. Allah yang menciptakan Ù‡ÙÙˆÙŽ Ø§Ù„ÙŽÙØ°ÙÙŠ ØÙŽÙ„ÙŽÙ‚ÙŽÙƒÙمْ Ù…Ùنْ Ù†ÙŽÙْس٠وَاØÙدَة٠وَجَعَلَ Ù…Ùنْهَا زَوْجَهَا Ù„ÙيَسْكÙÙ†ÙŽ Ø¥Ùلَيْهَا I created you from one soul, and from the soul I created its mate so that you may live in harmony and love. Al-A’raf189 Dialah yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Al-A’raf189 Jika aku jatuh cinta Ya Allah. If I am to fall in love, let me touch the heart of someone whose heart is attached to You. Ya Allah. Jika aku jatuh cinta, biarkan aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut kepada-Mu. Mulai diri sendiri And Allah has made for you your mates of your own nature. An-Nahl 72 So the search of finding perfect soulmate begins within yourself. Be the type of person you wish to marry. Dan Allah menjadikan pasangan-pasangan bagi kamu dari jenis kamu sendiri. An-Nahl 72 Maka pencarian untuk menemukan pasangan yang sempurna dimulai dari dalam diri kamu sendiri. Jadilah tipe orang seperti yang ingin kamu nikahi. Ibarat pakaian When talking about marriage, Allah says your spouses are garments for you. A garment may or may not fit perfectly. But either way, it covers imperfections, protects and beautifies. Ketika berbicara tentang pernikahan, Allah mengatakan bahwa pasanganmu ibarat pakaian untukmu. Sebuah pakaian bisa jadi pas atau kurang pas. Tapi bagaimanapun juga, pakaian akan menutupi, melindungi dan mempercantik ketidaksempurnaan. Saling menyempurnakan The man dreams of a perfect woman and the woman dreams of a perfect man and they don’t know that Allah created them to perfect one another. Seorang Pria mendambakan wanita yang sempurna dan begitu juga wanita mendambakan sosok pria sempurna, namun mereka tidak tahu bahwa Allah telah menciptakan mereka untuk saling menyempurnakan satu sama lain. Cintai dulu Allah Fall in love with Allah first and He will give you the right person that you deserve in the right time. Jatuh cintalah kepada Allah terlebih dahulu, maka pada saatnya nanti Allah pasti akan memberimu seseorang yang tepat dan pantas untukmu. Right or Wrong? Mr. Right won’t distract you from your Lord. If he distances you from Allah, he’s Mr. Wrong!. – Sheikh AbdulBary Yahya Mr. Right orang yang tepat tidak akan mengalihkan perhatianmu dari Tuhanmu. Jika dia menjauhkanmu dari Allah, berarti dia adalah Mr. Wrong orang yang salah. – Sheikh AbdulBary Yahya Pakaian Ù‡ÙÙ†ÙŽÙ Ù„ÙØ¨ÙŽØ§Ø³ÙŒ Ù„ÙŽÙÙƒÙمْ وَاَنْتÙمْ Ù„ÙØ¨ÙŽØ§Ø³ÙŒ Ù„ÙŽÙÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ They are clothing for you and you are clothing for them. Al-Baqarah 187 Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Al-Baqarah 187 Jagalah hatiku Ya Allah, keep my heart sealed from all which is not written for me. Ya Allah, jagalah hatiku dari segala sesuatu yang tidak ditakdirkan untukku. Bukan cincin I don’t need a ring. I need his deen. I’d prefer him taking me to jannah and making me his queen. Yang aku butuhkan bukanlah cincin. Aku hanya butuh agamanya. Aku lebih suka dia membawaku menuju surga dan menjadikanku sebagai ratunya. Menggenggam tanganku Ya Allah! grant me someone who will hold my hand to Jannah. Ya Allah! Berilah aku seseorang yang kelak akan menggenggam tanganku menuju Surga. Kata mutiara islami tentang jodoh Dengan dia yang mencintai Allah Marrying someone who loves Allah will show more about your future than anythink else you’ll hear or see. Menikahi seseorang yang mencintai Allah akan menunjukkan lebih banyak tentang masa depan kamu daripada hal lain yang akan kamu dengar atau lihat. Sementara sendiri Walk alone until Allah sends you someone to walk with. Melangkahlah sendirian sampai Allah mengutus seseorang untuk berjalan bersama mendampingimu. Membuatmu jatuh cinta Marry someone who will make you fall in love with Allah every single day. Menikahlah dengan seseorang yang akan membuatmu jatuh cinta kepada Allah setiap hari. Untuk anakmu kelak Marry someone who is deeply interested in the deen, because that is who your children will follow. – Mufti Menk Menikahlah dengan seseorang yang sangat tertarik dengan masalah agama, karena itulah yang kelak akan diikuti oleh anak-anakmu. – Mufti Menk Menikah dengan yang bertakwa Marry a man who fears Allah, so he will treat you right because of his fear of Allah. Menikahlah dengan seseorang yang bertakwa kepada Allah, maka dia akan memperlakukan kamu dengan benar karena ketakwaannya kepada Allah. Memilih sosok suami The father is the middle door of Paradise the best way to Paradise, so it is up to you whether you take advantage of it or not. – Hadits Sosok Ayah adalah pintu tengah menuju surga yaitu jalan terbaik menuju surga, Maka itu terserah kamu apakah kamu akan memanfaatkannya atau tidak. – Hadis Baca juga Kata nasehat islami tentang pacaran Kata Kata Islami Tentang Jodoh Dekatkanlah Ya Allah, jika dia benar untukku, dekatkanlah hatinya dengan hatiku. Dan jika dia bukan milikku, damaikanlah hatiku dengan ketentuan-Mu. Menjadi bagian hidupmu Untukmu yang selalu kusebut dalam doa, izinkan aku menjadi bagian dari hidupmu. Diam-diam Jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang sering kamu sebut dalam doamu, mungkin kamu akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam sering menyebut namamu dalam doanya. Jodoh yang baik Jodoh yang baik adalah dia yang mampu membuatmu semakin mencintai-Nya. Pendamping shalih Ya Allah, karuniakanlah kepadaku pendamping yang shalih. Jadikan dia sahabatku baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Hanya Dia yang tahu Jodoh itu kayak “Alif Lam Mim” ayat pertama surat Al-Baqarah, artinya yaitu hanya Allah yang tahu. Jika memang jodohnya Kalau memang jodoh, Allah akan semakin mendekatkan, bukan menjauhkan. Di hadapan Allah Di hadapanmu aku malu memandangmu. Tapi di hadapan Allah, terang-terangan aku meminta agar dijodohkan denganmu. Memantaskan diri Pantaskan diri saja. Karena semua akan menikah pada waktunya. Jauhkan atau dekatkan Jika dia bukan jodohku, maka jauhkanlah dia dari pikiranku dan dekatkanlah orang yang memang benar jodohku. Menjadi shalih/shalihah Lelaki bilang, “Zaman sekarang nyari wanita shalihah susah!” wanita bilang, “Zaman sekarang nyari lelaki shalih susah!” pertanyaannya, “Kenapa sibuk mencari, bukan menjadi?”. Hingga nanti Ketika engkau menjaga diri, di saat yang sama, di tempat lain jodohmu pun menjaga diri, hingga nanti bertemu di saat dan cara yang paling berkah. Dengan cara halal Hai jodohku yang masih dalam genggaman Allah SWT, aku sedang memantaskan diri ini untuk siap menemuimu dengan cara yang halal, dan mencintaimu dengan cara yang halal pula. Kasih saying-Nya Jodoh itu rahasia Allah. Allah mempertemukan kita dengan orang yang salah pada awalnya dan mempertemukan kita dengan jodoh yang sesuai pada akhirnya. Itulah tanda sayang Allah kepada hamba-Nya. Takdir Sekiranya dia tidak ditakdirkan untukku dan aku tidak ditakdirkan untuknya, maka jauhkanlah diriku dari memikirkannya dan jauhkanlah dirinya dari memikirkanku. Rahmat dan ujian Jodoh adalah rahmat dan juga ujian dari Allah SWT. Sekiranya dia ditakdirkan untukku dan aku ditakdirkan untuknya, maka peliharalah kami dalam batas-batas syariat. Seperti kematian Jodoh itu sama seperti menyambut kematian, tugas kita bukan merisaukan tapi mempersiapkan. Memperbaiki diri Akan lebih baik mempercantik hati dan budi pekerti diri sendiri. Maka pasangan yang baik akan datang menghampiri. Sesuai usaha kita Jodoh terindah itu tersembunyi pada akhlak dan pribadi seseorang. Sejauh mana kita berusaha meningkatkan iman, pasti akan memperoleh pasangan shalih di penghujung penantian. Bukan soal cepat Jodoh bukan tentang siapa cepat dia dapat. Melainkan, memantaskan diri dengan taat hingga memang mampu mendapat jodoh yang tepat. Yakin janji Allah Orang yang cerdas tidak boleh khawatir akan jodohnya. Karena sesuai janji Allah, setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan. Doa dan akhlak Aku meminta jodohku dengan doa. Aku memohon jodoh yang baik dengan memperbaiki segenap akhlakku. Kepastian maut Jangan melulu pusing memikirkan jodoh. Karena kita lebih pasti berjodoh dengan kematian. Rahasia Allah Jodoh itu rahasia Allah. Sekuat apapun kita setia, selama apapun kita tunggu, sekeras apapun kita bersabar, sejujur apapun kita menerima dia, jika Allah tidak menulis jodoh kita dengan dia, kita tetap tidak akan bersama dia. Berpikirlah positif dan terima takdir-Nya, karena tulang rusuk dan pemiliknya tidak pernah tertukar dan akan bertemu pada saatnya. Allah yang menentukan Kita diperintahkan untuk berusaha, ikhtiar dalam menemukan belahan jiwa, tapi pada akhirnya Allah jua yang menentukan. Pasti bertemu Jika dua orang ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi manapun mereka berasal, mereka pasti bertemu. Pilihan terbaik Yang terbaik itu adalah setiap yang Allah pilihkan, meskipun terkadang bukan yang diharapkan. Kata mutiara islami tentang jodoh Pilihan Allah Pilihan hati belum tentu baik. Pilihan keluarga mungkin baik. Tapi pilihan Allah senantiasa yang terbaik. Fokus Fokus saja pada perbaikan, bila Allah telah anggap cukup waktunya maka jodoh akan didatangkan oleh Allah. Kupinjam Kupinjam namamu di sepertiga malamku, untuk kuperbincangkan dengan Rabbku. Jodoh itu cerminan diri Jadilah wanita yang senantiasa bisa selalu menjaga izzah dan iffah, agar kelak kamu juga bisa dipersatukan dengan lelaki yang mampu menjaga hati dan pandangannya. Bila kamu inginkan jodoh yang baik, maka bawalah dirimu ke level yang kamu inginkan, sebab jodoh adalah cerminan dari dirimu sendiri. Perjuangkan dia Jika ada seseorang yang membuatmu merasa bahwa jika bersamanya surga lebih dekat, perjuangkanlah. Mengejar cinta Allah Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, makin jauh Yusuf darinya. Ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf kepadanya. Namanya juga jodoh Walau digenggam kuat, andai ia bukan milik kita, ia terlepas jua. Walau ditolak ke tepi, andai ia untuk kita, ia mendatang jua. Itulah namanya jodoh. Sabar menanti Bisa jadi, dalam penantian ini Allah menginginkan kita untuk terus memperbaiki diri dan belajar lebih tentang makna kesabaran. Waktu yang tepat Kau hanya perlu menggunakan waktu menunggumu dengan hal baik. Karena Tuhan itu tahu, kapan waktu yang tepat untuk dia menyentuh hatimu. Memantaskan diri Ada saatnya kamu memperjuangkan dan diperjuangkan oleh seseorang. Bersabarlah dan fokuslah untuk memantaskan dirimu. Yakinlah Allah akan hadirkan dan tunjukkan penyempurna agamamu di saat yang tepat. Fokus Fokus aja pada perbaikan. Bila Allah telah anggap cukup waktunya, maka jodoh akan didatangkan oleh Allah. Telah tertulis Allah telah menuliskan nama pasanganmu. Yang perlu kau lakukan adalah memperbaiki hubunganmu dengan-Nya. Percayalah Percayalah bahwa di salah satu tempat di bumi ini, seseorang yang sudah Allah persiapkan untukmu juga tengah berdoa agar segera dipertemukan denganmu. Pria yang layak Seorang pria yang akan mendampingimu mencari ridha Allah dan menjauhkanmu dari perbuatan dosa selalu layak dinanti. Ada nama Kadang ada nama yang tertulis di hati kita, tapi tidak bisa tertulis di buku nikah. Ya Allah, mudahkan Ya Rabb.. jika memang Engkau pilihkan dia untukku di dunia dan akan membawaku ke surga-Mu, mudahkanlah hamba meraihnya, tunjukkanlah jalanku, berkahilah. Amiin. Ujian cinta Allah akan mengujimu dengan cinta. Jika engkau lebih mendekatinya, maka Allah akan menjauhimu, dan haram. Jika engkau lebih mendekati Allah, maka Allah akan mendekatkanmu dengannya, dan halal. Duhai hati Melihat pasangan lain bertemu jodoh masing-masing, hati terkadang mengeluh, bilakah kan tiba saat itu buatku? Percayalah duhai hati, jodoh akan datang saat kau benar-benar bersedia. Baca juga Kata kata romantis islami tentang cinta Itulah beberapa kata mutiara islami tentang jodoh yang semoga bisa menjadi nasehat dan motivasi bagi siapa saja yang sedang berikhtiar menemukan sang belahan jiwa.
BERANDA RELIGI dika mustika 20 Maret 2018 Dibaca 35372x Boleh jadi yang kamu benci adalah baik untukmu dan yang kamu inginkan belum tentu baik Untukmu. Percayalah perspektif-Nya!“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” Al Baqaroh 216 Tadi pagi aku mendengarkan sebuah kisah yang menggambarkan ayat tersebut. Pernahkah kamu merasa kalau hidup itu rasanya, kok...menguras emosi, energi, pikiran, dan menguras lainnya. Rasanya hidup seakan tidak berpihak pada kita. Segala ketidakberuntungan seakan datang silih berganti. Sedangkan, adakalanya jika kita melihat kondisi orang lain, yang terlintas di pikir adalah...”Betapa beruntungnya dia, tidak melakukan apa-apa, tapi segala keberuntungan datang padanya.” Nah, pemikiran itu juga sempat terpikir olehku. Namun, cerita yang kudengar pagi tadi membuatku berpikir ulang. Dikisahkan di sebuah desa ada sebuah keluarga yang memiliki berbagai hewan. Ada keledai, anjing, juga ayam. Suatu pagi, ketika sang istri terbangun ia kaget bukan kepalang, melihat kandang ayam mereka kosong melompong. Selidik punya selidik, ternyata ada yang mencuri ayam mereka. Sang suami kala itu hanya berkata, “Ya, ini yang terbaik.” Tak lama waktu berselang...sang istri di suatu siang menemukan bahwa anjing keluarga mereka yang biasanya menjaga rumah, mati terkena perangkap di hutan. Saat itu sang suami berkata lagi, “Ya, ini yang terbaik.” Sang istri masih tidak paham dengan perkataan suaminya. Tak lama waktu berselang lagi, ternyata keledai milik mereka terkena suatu penyakit, hingga akhirnya keledai-keledai keluarga ini mati. Sang istri merasa bahwa hidup mereka sangat tidak beruntung. Satu persatu Allah mengambil harta yang mereka punya, ayam, anjing, dan keledai. Sang istri menangis kepada suaminya. Sang suami hanya berkata, “Ini adalah yang terbaik.” Sang istri terus menangis dan masih tidak memahami perkataan suaminya. Di suatu pagi, pasangan suami istri ini terbangun dan seperti biasanya langsung keluar rumah. Betapa kaget mereka, mereka menjumpai desa mereka sunyi senyap. Tak ada seorang pun di luar rumah. Dan ternyata desa mereka semalam kedatangan sekelompok perampok. Perampok tersebut menghabisi penduduk yang di rumahnya ada suara. Seperti suami istri tadi, di rumah penduduk desa tersebut memang sebagian besar memiliki hewan-hewan di rumahnya. Dan hewan-hewan tersebut bersuara ketika ada perampok. Perampok takut aksi mereka ketahuan. Maka hal mengerikkan itu pun terjadi. Kini, sang istri pun memahami apa yang selama ini dikatakan oleh suaminya. “Ya, ini adalah yang terbaik.” Sering, kita merasa bahwa kita lebih tahu apa yang terbaik untuk kita. Padahal, ilmu Allah lah yang mampu mengetahui yang terbaik untuk kita. Seringkali kita tidak dapat melihat apa yang terbaik untuk kita, karena kita begitu sibuk dengan prediksi kita tentang definisi terbaik ini. Semoga kisah ini bisa lebih membuka hati juga pikiran kita. Lebih meyakinkan kita, bahwa Allah lah yang tahu kondisi terbaik untuk kita. Percayalah! Artikel TerkaitArtikel Lainnya
baik buat kita belum tentu baik buat allah